If we learn one new thing about our deen everyday we open our minds to a better day

Jumat, 03 Mei 2013

Web-Ku

04.00 Posted by Ramadhani


INI SCRIPT HOME

<!DOCTYPE HTML>
<html>
    <head>
       <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8">
       <title>MiryuramaStudio.com</title>
       <link rel="stylesheet" type="text/css" href="style/style.css">
       <link rel="shortcut icon" type="image/x-icon" href="asset/BabaStudio.ico">
    </head>
   
    <body>
    <body background="asset/bg.jpg">
        <div id="wrapper">
        <div id="header"> 
          <img src="asset/headerfix.jpg">
        </div>
        <div id="menu">
           <ul>
            <li><a href="index.html">Home</a></li>
            <li><a href="yuda.html">Profil Yuda</a></li>
            <li><a href="mirza.html">Profil Mirza</a></li>
            <li><a href="ramadhani.html">Profil Ramadhani</a></li>
          </ul>
        </div>
        <div id="content">
           <h1 class="subtitle">Selamat Datang....</h1>
          <div style=" text-align:center; font-size:31px;"
          <p>This is HTML Designer</p>
          </div>
          <br>
          <center>
                 <img src="asset/beton7.jpg" width="550" height="400" controls="controls">
         
          </center>
          </br>
          <h1 class="subtitle">&nbsp;</h1>
<br>

        </div>
        <div class="clearfloat"></div>
        <div id="footer">
         <p><marquee behavior="alternate">Designed By Miryuramastudio.com</marquee></p>
          <div style="text-align: center; font-size: 0.75em; color:blue;">Copyright &copy; 2013 Miryuramastudio .</div>
        </div>
      </div>
    </body>
</html>


INI SCRIPT PROFIL SAYA

<!DOCTYPE HTML>
<html>
    <head>
       <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8">
       <title>MiryuramaStudio.com</title>
       <link rel="stylesheet" type="text/css" href="style/style.css">
       <link rel="shortcut icon" type="image/x-icon" href="asset/BabaStudio.ico">
    </head>
   
    <body>
    <body background="asset/dhani.jpg">
  <div id="wrapper">
        <div id="header"> 
          <img src="asset/headerfix.jpg">
        </div>
        <div id="menu">
           <ul>
            <li><a href="index.html">Home</a></li>
            <li><a href="yuda.html">Profil Yuda</a></li>
            <li><a href="mirza.html">Profil Mirza</a></li>
            <li><a href="ramadhani.html">Profil Ramadhani</a></li>
          </ul>
        </div>
        <div id="content">
           <h1 class="subtitle">Biodata Ramadhani Puratama</h1>
                   
          <img src="asset/dhani.jpg" width="400" height="400" align="left">
          <h1 class="subtitle">Biodata Lengkap</h1>
           <p><strong><em>Nama Lengkap  : Ramadhani Puratama</em></strong></p>
           <p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Tempat TGL Lahir :     Jakarta, 23 Maret 1993</strong></em></p>
          <p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Alamat Lengkap : Legenda Wisata Cibubur, Zona Rembrand H 5 no 52</strong></em></p>
          <p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Golongan Darah : O</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Email : dhani_like7@hotmaill.com</strong></em></p>
          <p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Twitter - Instagram : @Ramapuratama</strong></em></p>
          <p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Line : Ramapuratama</strong></em></p>
          <p>&nbsp;</p>
          <p><em><strong>Skype : Ramaapuratama</strong></em></p>
          <p>&nbsp;</p>
          <p>&nbsp;</p>
        <p>&nbsp;</p>
        <p>&nbsp;</p>
           <div class="clearfloat"></div>
    </div>
<br>

        </div>
        <div class="clearfloat"></div>
        <div id="footer">
         <p><marquee behavior="alternate">Designed By Miryuramastudio.com</marquee></p>
          <div style="text-align: center; font-size: 0.75em; color:blue;">Copyright &copy; 2013 Miryuramastudio .</div>
        </div>
      </div>
    </body>
</html>

Senin, 18 Maret 2013

Sejarah dan Perkembangan WEB

10.10 Posted by Ramadhani

Sejarah WEB

Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah kalian mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin, sebagian besar penggunanya tidak mengetahui sejarahnya. Saya ingin menjelaskan dan memberikan informasi tentang sejarah web. Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (nama lainnya adalah CERN), yaitu di kota Geneva antara perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Pada bulan Maret 1989, Tim Berners dan peneliti-peneliti CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya saling membagi informasi dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik ataupun gambar. Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Caranya cukup mudah pengguna atau user mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Namun waktu itu hanya bisa pada Sistem Operasi UNIX, dan Windows belum bisa menggunakannya.
Lalu munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications). Pada bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan, Mosaic menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Kemudian NCSA mengembangkan versi-versi Mosaic untuk komputer berbasis UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.
Pada tahun 1994, Marc Andreesen keluar dari NCSA, kemudian bersama Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics, membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft. Kemudian pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World WIde Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web. Browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumalh pemakai Web telah mencapat sekitar puluhan juta pemakai diseluruh dunia.
Web merupakan sebuah database jaringan komputer diseluruh dunia yang menggunakan sebuah arsitektur pengambilan informasi yang umum. Secara konsep web merupakan sebuah client atau server manajemen database. Web berkembang dari ide dan konsep yang dicetuskan oleh Tim Berners-Lee, seorang peneliti pada CERN Particle Physics Lab di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-Lee merumuskan suatu proposal tentang sebuah system hypertext yang memiliki tiga komponen sebagai berikut:
1. Antarmuka yang konsisten untuk semua platform. Antarmuka ini harus menyediakan akses yang dapat digunakan oleh berbagai jenis komputer.
2. Akses informasi yang universal. Setiap pengguna harus dapat mengakses setiap informasi yang tersedia.
3. Antarmuka yang menyediakan akses terhadap berbagai jenis dokumen dan protokol.
Dokumen web harus ditulis dalam suatu format khusus yang memungkinkan hypertext saling terjalin untuk bekerja. Format ini adalah Hypertext Markup Language (HTML). HTML merupakan bagian dari Stpenggunard Generalized Markup Language (SGML). SGML merupakan stpenggunar dari International Stpenggunard Organization (ISO), untuk mendefinisikan format pada dokumen teks.
Macam-macam situs web
Sebuah Website statik, adalah salah satu bentuk website yang isi didalam website tersebut tidak dimaksudkan untuk di update secara berkala, dan biasanya di maintain secara manual oleh beberapa orang yang menggunakan software editor. Ada 3 tipe kategori software editor yang biasa dipakai untuk tujuan maintaining ini, mereka adalah :
1. Elemen 1 Penyunting teks. Contohnya adalah Notepad atau TextEdit, dimana HTML diubah didalam program editor tersebut.
2. Elemen 2 WYSIWYG editor. Contohnya Microsoft Frontpage dan Macromedia Dreamweaver, dimana situs di edit menggunakan GUI (Graphical User Interface) dan format HTML ini secara otomatis di generate oleh editor ini.
3. Elemen 3 Editor yang sudah memiliki templat, contohnya Rapidweaver dan iWeb, dimana, editor ini membolehkan user untuk membuat dan mengupdate websitenya langsung ke server web secara cepat, tanpa harus mengetahui apapun tentang HTML. Mereka dapat memilih templat yang sesuai dengan keinginan mereka, menambah gambar atau obyek, mengisinya dengan tulisan, dan dengan sekejap mereka sudah dapat membuat situs web tanpa harus melihat sama sekali kode-kode HTML.
Demikian yang saya tau tentang sejarah dari web. Mungkin bagi pengguna lainnya sejarah tidak penting (yang penting bisa browsing), namun alangkah bagusnya apabila kita mengetahui sedikit saja tentang web, walaupun sudah lama sejarah web tersebut.
Sumber : http://firmanfujiansyah.wordpress.com/2010/03/01/sejarah-web/

Perkembangan WEB

WEB
Apa itu Web ?
Web adalah terampil dalam desain web dan pengembangan, komunikasi pemasaran, iklan online, media cetak dan banyak lagi. Dengan berbagai pengetahuan proses bisnis dan keterampilan teknis, Web akan memenuhi kebutuhan kritis bisnis Anda.
Dengan mengkhususkan diri dalam solusi khusus berkualitas dengan harga yang paling kompetitif, Web mendorong lingkungan kerja yang kolaboratif. Solusi terbaik dicapai dengan bekerja secara fleksibel dengan setiap klien.
“Web Definition has always been, and continues to be, our go-to-source for all aspects of our Web Design and Management. The team is always friendly, creative, effective, on-time and on-budget.” President Porter Hill, Inc. (Tecnology)
Web 1.0
Sejarah
Hyperlink antara halaman Web dimulai dengan merilis WWW kepada publik pada tahun 1993, dan menjelaskan Web sebelum “ledakan gelembung dot-com” pada tahun 2001.
Sejak tahun 2004, Web 2.0 telah menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan web sosial, terutama model bisnis saat inisitus di World Wide Web.
Karakterisik
Terry Flew, di Edisi ke-3 dari New Media menggambarkan apa yang ia percaya untuk mencirikan perbedaan antara Web 1.0 dan Web 2.0:
“Pindah dari situs pribadi untuk blog dan situs blog agregasi, dari penerbitan untuk partisipasi, dari konten web sebagai hasil besar di muka investasi untuk proses yang berkelanjutan dan interaktif, dan dari sistem manajemen konten untuk link berdasarkan tag (folksonomy)”. Anthony Flew percaya akan faktor di atas yang membentuk perubahan dasar dalam tren yang mengakibatkan terjadinya “menggila” Web 2.0.
Pergeseran dari Web 1.0 ke Web 2.0 dapat dilihat sebagai akibat dari perbaikan teknologi, yang meliputi adaptasi seperti “broadband, browser ditingkatkan, dan AJAX, munculnya platform aplikasi Flash dan pengembangan massa widgetization, seperti Flickr dan YouTube badge “. Selain penyesuaian tersebut ke Internet, pergeseran dari Web 1.0 ke Web 2.0 adalah akibat langsung dari perubahan perilaku mereka yang menggunakan World Wide Web. Web 1.0 tren termasuk kekhawatiran atas masalah privasi mengakibatkan arus satu arah informasi, melalui situs yang berisi “read-only” materi. Sekarang, selama Web 2.0, penggunaan Web dapat dicirikan sebagai desentralisasi konten situs web, yang sekarang dihasilkan dari “bottom-up”, Dengan banyak pengguna menjadi kontributor dan produsen informasi, serta konsumen tradisional.
Untuk mengambil contoh dari atas, halaman web pribadi yang umum di Web 1.0, dan ini terdiri dari halaman statis terutama host di layanan hosting gratis seperti GeoCities.
Pada KTT TechNet pada bulan November 2006, Reed Hastings, pendiri dan CEO Netflix, menyatakan rumus sederhana untuk mendefinisikan tahapan Web: “Web 1.0 adalah dial-up, bandwidth rata-rata 50K, Web 2.0 adalah 1 rata megabit bandwidth dan Web 3.0 akan 10 megabits bandwidth semua waktu, yang akan menjadi web video penuh, dan itu akan merasa seperti Web 3.0″ Reed Hastings
elemen desain
- Beberapa elemen desain dari sebuah situs Web 1.0 meliputi:
- Statis halaman bukan konten yang dibuat pengguna dinamis.
- Penggunaan himpunan bingkai.
- Penggunaan tabel untuk posisi dan menyelaraskan elemen pada halaman. Ini sering digunakan dalam kombinasi dengan GIF “spacer” (1×1 gambar transparan pixel dalam format GIF).
- Ekstensi HTML proprietary seperti dan tag diperkenalkan selama perang browser pertama.
- Guestbook Online.
- GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran mempromosikan browser web dan produk lainnya.
- Bentuk HTML dikirim melalui email. Seorang pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mengklik submit klien email mereka akan mencoba mengirim email yang berisi rincian form
Web 2.0
Web 2.0 adalah persimpangan longgar didefinisikan fitur aplikasi web yang memfasilitasi pertukaran informasi partisipatif,interoperabilitas, pengguna berpusat desain, dan kolaborasi di World Wide Web. Sebuah situs Web 2.0 memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berkolaborasi satu sama lain dalam dialogmedia sosial sebagai pencipta (prosumers) dari konten yang dibuat pengguna dalam komunitas virtual, berbeda dengan website di mana pengguna (konsumen) yang terbatas pada melihat pasifkonten yang diciptakan untuk mereka. Meskipun istilah menunjukkan versi baru dari World Wide Web, tidak lihat pembaruan untuk setiap spesifikasi teknis, melainkan untuk kumulatif perubahan pada cara perangkat lunak pengembang dan pengguna akhir menggunakan Web. Apakah Web 2.0 adalahkualitatif berbeda dari teknologi web sebelumnya telah ditentang oleh penemu World Wide Web Tim Berners-Lee, yang menyebut istilah “sepotong jargon”, justru karena ia bermaksud Web dalam visinya sebagai “kolaboratif menengah, tempat di mana kita bisa semua bertemu dan membaca dan menulis “. Dia menyebutnya “Baca / Tulis Web”.
sejarah
Istilah “Web 2.0″ pertama kali digunakan pada Januari 1999 oleh Darcy DiNucci, seorang konsultan pada desain informasi elektronik (arsitektur informasi). Dalam artikelnya, “Masa Depan Terfragmentasi”, DiNucci menulis: Web kita tahu sekarang, yang beban ke jendela browser di screenfuls dasarnya statis, hanya merupakan embrio dari Web yang akan datang. Para glimmerings pertama dari Web 2.0 mulai muncul, dan kami baru memulai untuk melihat bagaimana embrio yang mungkin berkembang. Web akan dipahami bukan sebagai screenfuls teks dan grafis tetapi sebagai mekanisme transportasi, eter melalui interaktivitas yang terjadi.
Pemakaiannya atas penawaran jangka terutama dengan desain Web, estetika, dan interkoneksi benda sehari-hari dengan internet, dia berpendapat bahwa Web adalah “fragmenting” karena meluasnya penggunaan portabel Web-siap perangkat. Artikelnya ditujukan untuk desainer, mengingatkan mereka untuk kode untuk berbagai terus meningkat dari perangkat keras. Dengan demikian, dia menggunakan istilah dari petunjuk pada, tetapi tidak secara langsung berhubungan dengan, penggunaan saat ini dari istilah tersebut.
John Robb menulis ”Web 2.0 Ini adalah sebuah sistem yang memecah dengan model lama dari situs Web terpusat dan menggerakkan kekuatan Internet Web / ke desktop “.
Pada tahun 2003, istilah mulai naik dalam popularitas ketika O’Reilly Media dan MediaLive tuan rumah konferensi web 2.0 pertama. Dalam sambutan pembukaan mereka, John Battelle dan Tim O’Reilly dijelaskan definisi mereka dari “Web sebagai Platform”, di mana aplikasi perangkat lunak yang dibangun di atas Web sebagai lawan pada desktop. Aspek unik dari migrasi ini, menurut mereka, adalah bahwa “pelanggan membangun bisnis Anda untuk Anda”.
Dalam hal masyarakat awam, Web 2.0 jangka sebagian besar diperjuangkan oleh blogger dan wartawan teknologi, yang berpuncak dalam Pribadi 2006 majalah TIME of The Year. Sejak saat itu, Web 2.0 telah menemukan tempat di leksikon, pada tahun 2009 Language Monitor global menyatakan itu adalah firman satu juta Inggris.
Karakteristik
Web 2.0 website memungkinkan pengguna untuk melakukan lebih dari sekedar mengambil informasi. Dengan meningkatkan apa yang sudah mungkin di “Web 1.0″, mereka menyediakan pengguna dengan lebih user-interface, perangkat lunak dan gudang penyimpanan semua melalui browser mereka. Hal ini dinamakan”Jaringan sebagai platform” komputasi. Pengguna dapat menyediakan data yang ada di situs Web 2.0 dan menjalankan kontrol data. Situs-situs tersebut mungkin memiliki “Arsitektur partisipasi” yang mendorong pengguna untuk menambah nilai aplikasi seperti mereka menggunakannya.
Konsep Web sebagai partisipasi platform menangkap banyak karakteristik tersebut. Bart Decrem, pendiri dan mantan CEO dariFlock, panggilan Web 2.0 “Web partisipatif” dan tentang Web sebagai informasi sumber sebagai Web 1.0.
Web 2.0 menawarkan semua pengguna kebebasan yang sama untuk berkontribusi. Meskipun hal ini membuka kemungkinan untuk debat rasional dan kolaborasi, itu juga membuka kemungkinan untuk “spam” dan “trolling” oleh pengguna kurang rasional. Menurut terbaik, karakteristik dari Web 2.0 adalah: pengalaman pengguna yang kaya, partisipasi pengguna, konten dinamis, metadata, standar web dan skalabilitas.Karakteristik lebih lanjut, seperti keterbukaan, kebebasan dan kecerdasan kolektif dengan cara partisipasi pengguna, juga dapat dilihat sebagai atribut penting dari Web 2.0.
Teknologi
Teknologi browser yang client-side/web digunakan dalam pengembangan Web 2.0 Asynchronous JavaScript dan XML (Ajax), Adobe Flash dan Adobe Flex kerangka, dan JavaScript / Ajax kerangka kerja seperti YUI Perpustakaan, Dojo Toolkit, MooTools, jQuery dan Prototype JavaScript Kerangka .
Adobe Flex adalah teknologi lain sering digunakan dalam aplikasi Web 2.0. Dibandingkan dengan perpustakaan seperti jQuery JavaScript, Flex memudahkan pemrogram untuk mengisi grid data yang besar, grafik, dan interaksi pengguna berat. [22] Aplikasi diprogram di Flex, dikompilasi dan ditampilkan sebagai Flash dalam browser. Sebagai sebuah plugin tersedia secara luas independen dari W3C (World Wide Web Consortium, badan web standar dan protokol) standar, Flash yang mampu melakukan banyak hal yang tidak mungkin pra-HTML5, bahasa yang digunakan untuk membangun halaman web. Tentu banyak kemampuan Flash, yang paling umum digunakan di Web 2.0 adalah kemampuannya untuk memutar file audio dan video. Hal ini telah memungkinkan untuk menciptakan situs Web 2.0 dimana media video mulus diintegrasikan dengan HTML standar.
Selain Flash dan Ajax, JavaScript / Ajax kerangka kerja baru ini menjadi sarana yang sangat populer untuk menciptakan situs Web 2.0. Pada intinya, kerangka kerja ini tidak menggunakan teknologi apapun yang berbeda dari JavaScript, Ajax, dan DOM. Apa kerangka lakukan adalah lebih halus inkonsistensi antara web browser dan memperluas fungsionalitas tersedia untuk pengembang. Banyak dari mereka juga datang dengan disesuaikan, ‘widgets’ prefabrikasi bahwa menyelesaikan tugas-tugas umum seperti memilih tanggal dari kalender, menampilkan grafik data, atau membuat tab panel.
Di sisi server, Web 2.0 menggunakan banyak teknologi yang sama sebagai Web 1.0. Bahasa baru seperti PHP, Ruby, Perl, Python dan JSP digunakan oleh pengembang untuk data output secara dinamis dengan menggunakan informasi dari file dan database.Apa yang sudah mulai berubah di Web 2.0 adalah cara data ini diformat. Untuk berbagi data dengan situs lain, situs web harus mampu menghasilkan output dalam format yang dapat dibaca mesin seperti XML (Atom, RSS, dll) dan JSON. Ketika data situs tersedia dalam salah satu format ini, situs web lain dapat menggunakannya untuk mengintegrasikan sebagian dari fungsionalitas yang situs ke dalam dirinya, yang menghubungkan dua bersama-sama. Ketika pola desain diimplementasikan, akhirnya mengarah pada data yang kedua lebih mudah ditemukan dan lebih menyeluruh dikategorikan, ciri dari filosofi di balik gerakan Web 2.0.
Singkatnya, Ajax adalah teknologi utama yang digunakan untuk membangun Web 2.0 karena memberikan pengalaman pengguna yang kaya dan bekerja dengan browser apapun apakah itu Firefox, Chrome, Internet Explorer atau browser lain yang populer.Kemudian, sebuah bahasa dengan sangat baik dukungan layanan web harus digunakan untuk membangun aplikasi Web 2.0. Selain itu, bahasa yang digunakan harus berulang arti bahwa penambahan dan penyebaran fitur dapat dengan mudah dan cepat dicapai.
Web 2.0 dalam pendidikan
Teknologi Web 2.0 menyediakan guru dengan cara-cara baru untuk melibatkan para siswa dengan cara yang berarti. Web 2.0 menunjukkan siswa bahwa pendidikan adalah entitas terus berkembang. Apakah itu berpartisipasi dalam diskusi kelas, atau berpartisipasi dalam forum diskusi, teknologi yang tersedia untuk siswa di kelas Web 2.0 tidak meningkatkan jumlah mereka berpartisipasi.
Richardson akan dinyatakan dalam Blog, Wiki, Podcast dan alat Powerfull Web untuk Kelas, 3rd Edition bahwa, “memiliki Web potensi untuk secara radikal mengubah apa yang kita asumsikan tentang mengajar dan belajar, dan memberi kita pertanyaan penting untuk direnungkan: Apa kebutuhan untuk mengubah tentang kurikulum kami ketika siswa kami memiliki kemampuan untuk menjangkau audiens yang jauh di luar dinding kelas kami ” Web 2.0 tools yang diperlukan di dalam kelas untuk mempersiapkan para siswa dan guru untuk pergeseran pembelajaran yang Collins dan Halverson menjelaskan. Menurut Collins dan Halverson, diri-aspek penerbitan serta kecepatan yang pekerjaan mereka menjadi tersedia untuk konsumsi memungkinkan guru untuk memberikan siswa kontrol yang mereka butuhkan lebih dari pembelajaran mereka. Kontrol ini adalah siswa persiapan akan butuhkan untuk menjadi sukses sebagai pembelajaran memperluas luar kelas “.
Beberapa mungkin berpikir bahwa teknologi ini dapat menghambat interaksi pribadi siswa, namun semua titik-titik penelitian untuk sebaliknya. “Situs jejaring sosial telah khawatir banyak pendidik (dan orang tua) karena mereka sering membawa dengan mereka hasil yang tidak positif: narsisme, gosip, waktu yang terbuang, ‘berteman’, sakit hati, reputasi rusak, dan terkadang buruk, kegiatan bahkan berbahaya. Sebaliknya, situs jaringan sosial mempromosikan percakapan dan interaksi yang didorong oleh pendidik “. Dengan membiarkan siswa untuk menggunakan alat teknologi Web 2.0, guru benar-benar memberikan siswa kesempatan untuk belajar sendiri dan berbagi bahwa belajar dengan rekan mereka. Salah satu implikasi banyak dari teknologi Web 2.0 pada diskusi kelas adalah gagasan bahwa guru tidak lagi mengendalikan diskusi. Sebaliknya, Russell dan Sorge (1999) menyimpulkan bahwa mengintegrasikan teknologi ke dalam instruksi cenderung bergerak ruang kelas dari guru yang didominasi lingkungan untuk orang yang lebih berpusat pada siswa.Sementara itu masih penting bagi mereka untuk memantau apa yang siswa membahas, topik aktual pembelajaran sedang dipandu oleh mahasiswa sendiri.
Web 2.0 panggilan untuk pergeseran besar dalam cara pendidikan diberikan untuk siswa. Salah satu perubahan terbesar yang Akan Richardson menunjukkan dalam bukunya Blog, Wiki, Podcast, dan Lainnya Perangkat Web Powerfull untuk Ruang Kelas adalah kenyataan bahwa pendidikan harus tidak hanya secara sosial tetapi bersama-sama dibangun. Ini berarti bahwa siswa, di kelas Web 2.0, diharapkan dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka. Dengan membuat perpindahan ke kelas Web 2.0, guru menciptakan suasana yang lebih terbuka di mana siswa diharapkan untuk tetap terlibat dan berpartisipasi dalam diskusi dan pembelajaran yang terjadi di sekitar mereka. Bahkan, ada banyak cara bagi pendidik untuk menggunakan teknologi Web 2.0 di kelas mereka.
“Weblogs tidak dibangun di atas potongan statis konten Sebaliknya mereka terdiri dari refleksi dan percakapan yang dalam banyak kasus diperbarui setiap hari [...] Mereka menuntut interaksi..”. observasi Will Richardson dari esensi weblog berbicara langsungmengapa blog begitu cocok untuk ruang kelas diskusi berbasis.Weblog memberikan siswa ruang publik untuk berinteraksi satu sama lain dan isi kelas. Selama siswa diinvestasikan dalam proyek, kebutuhan untuk melihat tindakan kemajuan blog sebagai motivasi sebagai blog itu sendiri menjadi suatu entitas yang dapat menuntut interaksi.
Penelitian menunjukkan bahwa siswa sudah menggunakan alat-alat teknologi, tetapi mereka masih diharapkan untuk pergi ke sekolah mana menggunakan alat ini adalah disukai atau bahkan dihukum.Jika pendidik dapat memanfaatkan kekuatan dari teknologi Web 2.0 siswa menggunakan, dapat diharapkan bahwa jumlah partisipasi dan diskusi kelas akan meningkat. Bisa jadi bagaimana partisipasi dan diskusi dihasilkan adalah sangat berbeda dengan kelas tradisional, tapi tetap itu tidak meningkat.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0
Web 3.0 (Desain)
RSS. Sebuah Web 3.0 driver
Dalam sepuluh tahun mendatang RSS dan teknologi yang terkaitakan menjadi teknologi Internet yang paling penting karena kualitas tertentu untuk pengembangan web baru karena benar-benar Sangat sederhana. Setiap orang yang memiliki pengetahuan yang sedikit coding dapat menghasilkan sebuah extensible, standart berdasarkan database informasi yang dapat ditransfer ke hampir semua situs web modern lainnya.
Jika Web 3.0 adalah Semantic Web, di mana mesin membaca konten seperti manusia kemudian RSS akan menjadi matanya.RSS teknologi masih dalam menggunakan luas terutama di portalberita online. Model seluruh bisnis telah diciptakan sekitar menggabungkan meta-data. IGoogle, Netvibes MyIndiaTims danmemungkinkan pengguna untuk membuat homepage pribadi mereka sendiri, menggambar banyak konten dari RSS feed yang pengguna pilih.
Kecenderungan alat RSS akan ditingkatkan di masa depan dimana pengguna dapat mencakup sejumlah data-poin. Setiap posting blog, feed microblogging masa depan dapat mempersonalisasi sesuai dengan penggunanya, keinginan karena setiap gambar, setiap klip video, musik setiap akan dicari,taggable dan XML berbasis berkolaborasi. Contoh terbesar dari yang sudah ada di web portal bernama MyIndiaTims.com.
Kekuatan sebenarnya dari Web 3.0 akan di digunakan dalam menciptakan data dan mentransfer secara efektif.
Calon teknologi Web 3.0
Web 3.0 akan digunakan dalam berbagai teknologi komputer dan Internet. Berikut adalah daftar web 3.0 pengguna:
kecerdasan buatan
otomatis penalaran
kognitif arsitektur
komposit aplikasi
komputasi terdistribusi
representasi pengetahuan
Ontologi (ilmu komputer)
rekombinan teks
Scalable vektor grafis
Semantic Web
Semantic Wiki
software agen
Definisi Web 3.0 sangat bervariasi. Beberapa percaya fitur yang paling penting adalah Semantic Web dan personalisasi.Berfokus pada elemen komputer, Conrad Wolfram berpendapat bahwa Web 3.0 adalah dimana “komputer ini menghasilkan informasi baru”, bukan manusia.
Tertarik Andrew, penulis The Cult of Amatir, menganggap Semantic Web sebuah “abstraksi unrealisable” dan melihat Web 3.0 sebagai kembalinya para ahli dan otoritas ke Web. Sebagai contoh, ia menunjuk pada kesepakatan Bertelsmann dengan Wikipedia Jerman untuk menghasilkan versi cetak diedit dari ensiklopedia itu. CNN Money Jessi Hempel mengharapkan Web 3.0 muncul dari layanan Web baru dan inovatif 2.0 dengan model bisnis yang menguntungkan.
Futuris John Smart, penulis utama dari Peta Jalan metaverse mendefinisikan Web 3.0 sebagai generasi pertama metaverse (konvergensi dari dunia virtual dan fisik), sebuah pengembangan web lapisan yang mencakup TV video berkualitas terbuka, simulasi 3D, augmented reality, manusia yang dibangun standar semantik, dan menyebar luas broadband, nirkabel, dan sensor. Web 3.0′s realitas geosocial (Foursquare, dll) dan ditambah awal (Layar, dll) jaring merupakan perpanjangan dari Web 2.0′s teknologi partisipatif dan jaringan sosial (Facebook, dll) ke dalam ruang 3D.Dari semua metaverse yang seperti perkembangan, Smart menunjukkan Web 3.0 Karakteristik paling menentukan akan menjadi difusi massa NTSC atau lebih baik kualitas video terbuka untuk TV, laptop, tablet, dan perangkat mobile, saat “menelan internet televisi”. Cerdas menganggap Web 4.0 menjadi Web Semantic dan khususnya, munculnya statistik, mesin yang dibangun tag semantik dan algoritma, didorong oleh penggunaan kolektif luas antarmuka percakapan, mungkin sekitar tahun 2020. David Siegel perspektif dalam Tarik: Kekuatan Semantic Web, Desember 2009 adalah konsonan dengan ini, mengusulkan bahwa pertumbuhan manusia dibangun standar semantik dan data akan menjadi lambat, industri-spesifik proses inkremental tahun-tahun mendatang, mungkin tidak akan menjadi ujung luas sosial utilitas sampai setelah 2020.
Menurut beberapa ahli Internet, Web 3.0 akan memungkinkan pengguna untuk duduk kembali dan membiarkan Internet melakukan semua pekerjaan untuk mereka. Daripada harus cari perlengkapan mesin terhadap kata kunci Anda., Mesin pencari akan gigi terhadap pengguna. Kata kunci akan dicari berdasarkan budaya, wilayah, dan jargon.


Selasa, 13 November 2012

Konsep Desain New Media dan Pengembangannya

14.25 Posted by Ramadhani
Konsep Desain New Media

Desain New Media adalah konsep penciptaan informasi dan data pada teknologi komputerisasi,jaringan data digital, teknik komunikasi dan lainnya yang terlibat dengan implementasi terhadap new media. Segala bentuk apa pun yang mampu dimanipulasi, jaringan atau dikompresi dianggap sebagai new media.

Konsep umumnya adalah untuk merancang sebuah platform yang memungkinkan partisipasi interaktif informasi dengan pengguna.

Proses Pengembangan Aplikasi New Media :
  • Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tahu sebenarnya apa yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.
  • Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, future apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan,dsb.
  • Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya.
  • Fase pengembangan , tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.
  • Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan di-setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.

Tahap Pengembangan Aplikasi New Media :
  • Konsepsi : Pada tahap ini gambaran mengenai aplikasi yang akan dibuat dibentuk. Gambaran harus dapat menjelaskan poin-poin inti dari aplikasi yang akan dibuat secara umum.
  • Analisa : Pada tahap ini konsep yang dibuat dianalisa secara pemrograman untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan konsep menjadi suatu aplikasi serta alur proses pada aplikasi secara jelas.
  • Simulasi : Pada tahap ini disimulasikan proses-proses yang akan terjadi pada aplikasi yang akan dibuat. Proses-proses yang disimulasikan melingkupi :
Alur suatu proses dalam berbagai macam kondisi.

  1. Keluaran yang diharapkan dari setiap proses.
  2. Eror-eror yang mungkin terjadi.
  3. Proses-proses yang bersifat kritis dan sensitif. 

  • Algoritma : Pada tahap ini dibuat algoritma pemrograman yang dapat menerangkan proses-proses secara programatik. Algoritma yang dibuat harus sejalan dengan simulasi yang telah dilakukan.
  • Konstruksi : Pada tahap ini seluruh algoritma yang dibuat diimplementasikan pada level pemrograman.Di sini dibuat produk dari konsep yang dibuat sebelumnya.
  • Evaluasi : Pada tahap ini dicek secara keseluruhan aplikasi yang telah dibuat. Program harus berjalan sesuai dengan yang telah dicanangkan. Apabila ada kesalahan maka harus dicari tahu di bagian mana kesalahan tersebut terjadi dan ulangi kembali pengembangan aplikasi dari tahap tersebut.
(Sumber)

Instagram

14.10 Posted by Ramadhani

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera pada peralatan bergerak.
Instagram dapat digunakan di iPhoneiPad atau iPod Touch versi apapun dengan sistem operasi iOS 3.1.2 atau yang terbaru dan telepon kameraAndroid apapun dengan sistem operasi 2.2 (Froyo) atau yang terbaru. Aplikasi ini tersebar melalui Apple App Store dan Google Play.
Sejarah
Burbn, Inc.
Berdiri pada tahun 2010 perusahaan Burbn, Inc., merupakan sebuah teknologi startup yang hanya berfokus kepada pengembangan aplikasi untuk telepon genggam. Pada awalnya Burbn, Inc. sendiri memiliki fokus yang terlalu banyak di dalam HTML5 mobile, namun kedua CEO, Kevin Systrom dan juga Mike Krieger, memutuskan untuk lebih fokus pada satu hal saja. Setelah satu minggu mereka mencoba untuk membuat sebuah ide yang bagus, pada akhirnya mereka membuat sebuah versi pertama dari Burbn, namun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum sempurna. Versi Burbn yang sudah final, adalah aplikasi yang sudah dapat digunakan di dalam iPhone, yang dimana isinya terlalu banyak dengan fitur-fitur. Sulit bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk mengurangi fitur-fitur yang ada, dan memulai lagi dari awal, namun akhirnya mereka hanya memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan untuk menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram.

Nama Instagram
Nama instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegramsendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itulah Instagram berasal dari instan-telegram.
Pada tanggal 9 April 2012, diumumkan bahwa Instagram akan diambil alih oleh Facebook senilai hampir $1 miliar dalam bentuk tunai dan saham.
Fitur-fitur Instagram
Pengikut
Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi mengikuti akun pengguna lainnya, atau memiliki pengikut Instagram. Dengan demikian komunikasi antara sesama pengguna Instagram sendiri dapat terjalin dengan memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto-foto yang telah diunggah oleh pengguna lainnya. Pengikut juga menjadi salah satu unsur yang penting, dimana jumlah tanda suka dari para pengikut sangat mempengaruhi apakah foto tersebut dapat menjadi sebuah foto yang populer atau tidak. Untuk menemukan teman-teman yang ada di dalam Instagram. Juga dapat menggunakan teman-teman mereka yang juga menggunakan Instagram melalui jejaring sosial seperti Twitter dan juga Facebook.
Mengunggah Foto
Kegunaan utama dari Instagram adalah sebagai tempat untuk mengunggah dan berbagi foto-foto kepada pengguna lainnya. Foto yang hendak ingin diunggah dapat diperoleh melalui kamera iDevice ataupun foto-foto yang ada di album foto di iDevice tersebut.

Kamera
Foto yang telah diambil melalui aplikasi Instagram dapat disimpan di dalam iDevice tersebut. Penggunaan kamera melalui Instagram juga dapat langsung menggunakan efek-efek yang ada, untuk mengatur pewarnaan dari foto yang dikehendaki oleh sang pengguna. Ada juga efek kamera tilt-shift yang fungsinya adalah untuk memfokuskan sebuah foto pada satu titik tertentu. Setelah foto diambil melalui kamera di dalam Instagram, foto tersebut pun juga dapat diputar arahnya sesuai dengan keinginan para pengguna. Foto-foto yang akan diunggah melalui Instagram tidak terbatas atas jumlah tertentu, melainkan Instagram memiliki keterbatasan ukuran untuk foto. Ukuran yang digunakan di dalam Instagram adalah dengan rasio 3:2 atau hanya sebatas berbentuk kotak saja. Para pengguna hanya dapat mengunggah foto dengan format itu saja, atau harus menyunting foto tersebut dulu untuk menyesuaikan format yang ada. Setelah para pengguna memilih sebuah foto untuk diunggah di dalam Instagram, maka pengguna akan dibawa ke halaman selanjutnya untuk menyunting foto tersebut.
Efek Foto
Pada versi awalnya, Instagram memiliki 15 efek-efek yang dapat digunakan oleh para pengguna pada saat mereka hendak menyunting sebuah foto. Efek tersebut terdiri dari: X-Pro II, Lomo-fi, Earlybird, Sutro, Toaster, Brannan, Inkwell, Walden, Hefe, Apollo, Poprockeet, Nashville, Gotham, 1977, dan Lord Kelvin. Namun tepat pada tanggal 20 September yang lalu Instagam telah menambahkan 4 buah efek terbaru yaitu; Valencia, Amaro, Rise, Hudson dan telah menghapus 3 efek, Apollo, Poprockeet, dan Gotham dari dalam fitur tersebut. Di dalam pengaplikasian efek sekalipun para pengguna juga dapat menghilangkan bingkai-bingkai foto yang sudah termasuk di dalam efek tersebut. Fitur lainnya yang ada pada bagian penyuntingan adalah Tilt-Shift. Tilt-shift ini, sama fungsinya dengan efek kamera melalui instagram, yaitu untuk memfokuskan satu titik pada sebuah foto, dan sekelilingnya menjadi buram. Dalam penggunaannya aplikasi Tilt-Shift memiliki 2 bentuk, yaitu persegi panjang dan juga bulat. Kedua bentuk tersebut dapat diatur besar dan kecilnya, juga titik fokus yang diinginkan. Tilt-shift juga mengatur rupa foto disekeliling titik fokus tersebut, sehingga para pengguna dapat mengatur tingkat buram pada sekeliling titik fokus di dalam foto tersebut.
Judul foto
Setelah foto tersebut disunting, maka foto akan dibawa ke halaman selanjutnya, dimana foto tersebut akan diunggah ke dalam Instagram sendiri ataupun ke jejaringan sosial lainnya. Dimana di dalamnya tidak hanya ada pilihan untuk mengunggah pada jejaringan sosial atau tidak, tetapi juga untuk memasukkan judul foto, dan menambahkan lokasi foto tersebut. Sebelum mengunggah sebuah foto, para pengguna dapat memasukkan judul untuk menamai foto tersebut sesuai dengan apa yang ada dipikiran para pengguna. Judul-judul tersebut, para pengguna dapat menyinggung pengguna Instagram lainnya dengan mencantumkan akun dari orang tersebut. Para pengguna juga dapat memberikan label pada judul foto tersebut, sebagai tanda untuk mengelompokkan foto tersebut di dalam sebuah kategori.
Arroba
Seperti Twitter dan juga Facebook, Instagram juga memiliki fitur yang dimana para penggunanya dapat menyinggung pengguna lain yang juga, dengan manambahkan tanda arroba (@) dan memasukkan akun Instagram dari pengguna tersebut. Para pengguna tidak hanya dapat menyinggung pengguna lainnya di dalam judul foto, melainkan juga pada bagian komentar foto. Para pengguna dapat menyinggung pengguna lainnya dengan memasukkan akun Instagram dari pengguna tersebut. Pada dasarnya dalam menyinggung pengguna yang lainnya, yang dimaksudkan adalah untuk berkomunikasi dengan pengguna yang telah disinggung tersebut.
Label Foto
Sebuah label di dalam Instagram adalah sebuah kode yang memudahkan para pengguna untuk mencari foto tersebut dengan menggunakan “kata kunci”. Dengan demikian bila para pengguna memberikan label pada sebuah foto, maka foto tersebut dapat lebih mudah untuk ditemukan. Label itu sendiri dapat digunakan di dalam segala bentuk komunikasi yang bersangkutan dengan foto itu sendiri. Para pengguna dapat memasukkan namanya sendiri, tempat dimana mengambil foto tersebut, untuk memberitakan sebuah acara, untuk menandakan bahwa foto tersebut mengikuti sebuah lomba, atau untuk menandakan bahwa foto tersebut dihasilkan oleh anggota komunitas instagram. Foto yang telah diunggah, dapat dimasukkan label yang sesuai dengan informasi yang bersangkutan dengan foto. Pada saat ini label adalah cara yang terbaik jika kita hendak mempromosikan foto di dalam instagram.
Perlombaan
Sebagai sebuah medium untuk mengundah foto, salah satu kegunaan dari Instagram sendiri adalah untuk menjadi tempat ajang lomba fotografi. Di dalam perlombaan ini, para penyelenggara lomba menggunakan tanda label untuk menandakan bahwa foto yang telah diunggah tersebut telah mengikuti lomba tersebut. Sebuah perlombaan foto melalui Instagram adalah salah satu cara untuk membuat sebuah produk lebih dikenal oleh masyarakat luas. Penyelenggara juga memberikan jangka waktu tertentu agar makin banyak pengguna dari instagram yang mengikuti perlombaan tersebut. Pada umumnya perlombaan yang diadakan melalui instagram ini, tidak hanya memberikan hadiah, melainkan juga dengan menjadi pemenang maka akan lebih dikenal lagi di dalam dunia Instagram oleh para pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan pengikut dari pengguna Instagram tersebut akan bertambah banyak.
Publikasi Kegiatan Sosial
Sebagaimana kegunaan sosial media lainnya, Instagram menjadi sebuah medium untuk memberitakukan mengenai sebuah kegiatan sosial, dari berbagai segi manca negara ataupun lokal. Cara yang digunakan untuk mengikuti hal ini adalah dengan menggunakan label instagram. Dengan menggunakan label yang membahas mengenai kegiatan sosial, maka makin banyak masyarakat yang mengikuti hal tersebut. Dengan demikian instagram menjadi salah satu alat promosi yang baik dalam menyampaikan sebuah kegiatan itu. Contohnya seperti pada label #thisisJapan projek dimana dia menggunakan label di dalam instagram untuk menarik perhatian para masyarakat international untuk membantu bencana alam yang terjadi di Jepang pada awal tahun lalu.
Publikasi Organisasi
Di dalam Instagram juga banyak organisasi-organisasi yang mempublikasikan produk mereka. Contohnya saja seperti Starbucks, Red Bull, Burberry, ataupun Levi’s. Banyak dari produk-produk tersebut yang sudah menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk-produk terbarunya kepada masyarakat, hal ini dikarenakan agar mereka tidak harus mengeluarkan biaya sepersenpun untuk melakukan promosi tersebut. Tidak hanya itu saja, tetapi melalui instagram para produk tersebut dapat berinteraksi secara langsung dengan para kustomer mereka. Hal ini juga dimanfaatkan oleh para produk-produk tersebut, untuk mendapatkan konsumer lebih banyak lagi, terlebih lagi bila mereka ingin mendekati kustomer yang belum pernah menggunakan produk mereka. Lebih banyak lagi organisasi yang menggunakan instagram sebagai sebuah media informasi kepada masyarakat luas.
Geotagging
Setelah memasukkan judul foto tersebut, bagian selanjutnya adalah bagian Geotag. Bagian ini akan muncul ketika para pengguna iDevice mengaktifkan GPS mereka di dalam iDevice mereka tersebut. Dengan demikian iDevice tersebut dapat mendeteksi lokasi dimana para pengguna Instagram tersebut berada. Geotagging sendiri adalah identifikasi metadata geografis dalam sebuah media situs ataupun foto. Dengan geotagging para penguna dapat terdeteksi dimana mereka telah mengambil foto tersebut atau dimana foto tersebut telah diunggah.
Jejaringan Sosial
Dalam membagi foto tersebut, para pengguna juga tidak hanya dapat membaginya di dalam Instagram saja, melainkan foto tersebut dapat dibagi juga melalui jejaring sosial lainnya sepertiFacebook, Twitter, Foursquare, Tumblr, Flickr, dan juga posterous, yang tersedia di halaman untuk membagi foto tersebut.
Tanda Suka
Instagram juga memiliki sebuah fitur tanda suka yang dimana fungsinya sama seperti apa yang ada di dalam Facebook, yaitu sebagai penanda bahwa pengguna yang lain menyukai foto yang telah diundah oleh pengguna yang lain. Berdasarkan dengan durasi waktu dan jumlah suka pada sebuah foto di dalam Instagram, hal itulah yang menjadi faktor khusus yang mempengaruhi apakah foto tersebut popular atau tidak. Namun dalam hal ini tentu saja, jumlah pengikut juga menjadi salah satu unsur yang penting. Bila sebuah foto tersebut menjadi popular, maka secara langsung foto tersebut akan masuk ke dalam halaman popular tersendiri.
Popular
Bilamana sebuah foto masuk ke dalam halaman popular, yang dimana tempat tersebut menjadi sebuah kumpulan dari foto-foto popular dari seluruh dunia pada saat itu. Secara tidak langsung foto tersebut akan menjadi suatu hal yang dikenal oleh masyarakat mancanegara, sehingga jumlah pengikut pun juga dapat bertambah lebih banyak juga. Foto-foto yang berada di halaman popular tersebut pun tidak akan seterusnya berada di halaman tersebut, melainkan dengan berjalannya waktu akan ada foto-foto popular baru lagi yang masuk ke dalam daftar halaman tersebut.
Peraturan di dalam Instagram
Sebagai tempat untuk mengundah foto-foto dari masyarakat umum, ada beberapa peraturan tersendiri dari Instagram, agar para pengguna tidak mengundah foto-foto yang tidak sesuai dengan peraturan. Peraturan yang paling penting di dalam Instagram adalah dimana mereka sangat melarang keras untuk foto-foto yang berbau pornografi, dan juga mengundah foto pengguna lain tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Bila ada salah satu foto dari akun yang terlihat sama oleh pengguna lainnya, makan pengguna tersebuk memiliki hak untuk menandai foto tersebut dengan bendera atau melaporkannya langsung kepada Instagram.
Menandai Foto Dengan Bendera
Menandai foto dengan sebuah bendera berfungsi bila pengguna merusak kerja sama dalam pengaduan penggunaan Instagram. Hal ini termasuk bila sebuah foto mengandung unsur pornografi, ancaman, foto curian atau peniruan. Dalam menandai sebuah foto dengan bendera (flagging) informasi mengenai pihak yang telah menandainya akan tetap dijaga kerahasiaannya. Para pengguna lainnya juga dapat melaporkan foto terlebih dahulu bila menemukan sebuah foto dengan pelanggaran-pelanggaran yang sama.
Komunitas Instagram
Instagram sendiri berkembang dari aplikasi iPhone untuk berbagi foto, hingga sekarang menjadi sebuah perusahaan sosial internet yang berkembang. Secara statistik setelah 10 bulan setelah dikeluarkan, instagram menarik perhatian 7 juta pengguna baru yang telah mengundah 150 juta foto di dalam instagram. Sedangkan instagram sendiri hanya memiliki 5 staff yang bekerja di dalamnya. Sampai pada saat ini belum ada spam di antara para pengguna, dan aktifitas dari para pengguna pun lebih sering untuk menyukai sebuah foto dan memberi komentar terhadap foto tersebut. Dari para pengguna yang secara berkelanjutan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, hubungan para pengguna pun menjadi lebih erat lagi, terlebih bila mereka tahu bahwa mereka berada di satu lokasi yang sama. Hal inilah yang pada awalnya menjadi permulaan dari komunitas-komunitas Instagram atau lebih sering dikenal dengan sebutan "iGers". Dengan adanya komunitas tersebut semangat mendapatkan sebuah tanggapan dari pengguna lainnya menjadi hal yang penting ketika mengunggah foto. Tidak hanya itu saja pengguna didorong untuk mengambil foto lebih banyak lagi dan memungkinkan para pengguna untuk berpikir bahwa hasil foto mereka lebih artistik daripada sebelumnya. Sampai pada saat ini ada lebih dari 141 komunitas instagramers di dunia. Komunitas tersebut tidak hanya dikategorikan dari negara-negara saja, melainkan kota-kota besar di sebuah negara. Indonesia pun juga menjadi salah satu negara yang termasuk di dalam Instagramers.
iPhonesia
iPhonesia komunitas penggemar dunia fotografi dan olah digital melalui iDevice. iPhonesia sendiri berkepanjangan dari (i)Device (Pho)tographer Indo(nesia), adalah komunitas iPhonography pertama terbesar di Indonesia. Komunitas ini mulai diperkenalkan semenjak 12 Januari 2011 lalu. “Awal terbentuknya iPhonesia bermula dari keinginan sesama penggemar iPhoneography (sebutan untuk penggemar foto menggunakan iDevice) untuk saling berbagi ilmu dalam memotret dan menggunakan aplikasi fotografi di iDevice. Dimulai dari sebuah akun twitter yang diprakarsai oleh saya dan Gunawan HP serta dibantu oleh beberapa teman, akhirnya kami meluncurkan milis sebagai media komunikasi komunitas ini pada tanggal 16 Januari yang lalu,” ujar salah satu pendiri iPhonesia, Aries Lukman. Keberadaan komunitas ini dimaksudkan sebagai sebauh ajang tukar informasi seputar aplikasi-aplikasi, dan juga teknik editing. Komunitas yang dimotori oleh Gunawan HP, Aries Lukman, Kezia Susanto dan Riswan Christianto ini, memiliki lebih dari 1300 anggota di mailing list group, dan lebih dari 2300 follower di Twitter. Di dalam media sosial untuk berbagi foto, Instagram, lebih dari 800.000 foto telah menggunakan hashtag #iPhonesia. Hal ini membuat #iPhonesia masuk ke dalam 5 hashtag terbesar di dunia dan masih terus berkembang sampai pada saat ini.
Instagram di Masa Depan
Dengan makin berjalannya waktu, Instagram pun terus berkembang. Pada awal mulanya yang hanya beberapa pengguna saja, sekarang sudah melebihi 8 juta pengguna dari seluruh dunia. Tidak hanya itu saja untuk menyeimbangi makin bertambahnya para pengguna Instagram, versi Instagram pun terus meningkat. Pada tanggal 20 September 2011, Instagram telah mengeluarkan versi terbarunya yaitu 2.0 dengan beberapa fitur-fitur yang ditambahkan dan juga diperbaiki. Berkembangnya Instagram sendiri, maka makin banyak juga masyarakat yang ingin menggunakannya juga. Seperti apa yang tertulis dalam buku Roger F. Fidler mengenai mediamorphosis, bahwa perkembangan media itu terjadi melalui tahapan waktu tertentu dan beriringan dengan perkembangan teknologi yang ada. Namun tidak semua orang awam dapat memiliki iDevice untuk menggunakan Instagram. Orang awam yang ingin menggunakan Instagram, namun tidak memiliki iDevice lebih banyak menggunakan Android. Ada pula aplikasi yang menyerupai Instagram di dalam Android, Instaroid, yang dimana di dalam penggunaannya masih bisa untuk menyukai dan juga mengomentari sebuah foto, namun pada aplikasi ini para pengguna tidak dapat menggunakan kamera melalui Instagram. Kevin Systrom sebagai CEO dari Instagram, juga belum memastikan apakah Android dapat menggunakan Instagram atau tidak. “Ini sangat penting bagi kami, namun kami hanya 6 orang. Android menjadi prioritas utama kami. Namun yang pertama harus kami lakukan adalah membangun tim dan menentukan orang terbaik di dunia untuk bekerja dalam proyek ini,” ungkap Systrom.